Pages

Jumat, 12 November 2010

penghabisan

kali ini aku tertunduk layu
di jalanan padang pasir aku tersudut
angin yang bergumul seakan terganggu dengan kerisauanku
perlahan ku sibakkan jilbab, lalu merongrong pada semesta
pasir-pasir debu seakan berubah menjadi nyawaku
terdengar getir-getir darah yang mulai melambat
terasa betul angin menerka semua resah
pisa-pisau itu jelas tertancab kuat dalam hatiku
lalu senantiasa menghisap sisa-sisa luka
kalau begitu,
biarkan saja pisau itu tetap pada hatiku
agar semua lukaku lalu lenyap tak bersisa
barangkali hanya sebatas angan saat hati dirundung pilu
barangkali masih ada secuil harapan dari pisau di hatiku
langkahku  gontai dengan nadi yang mulai letih
aku lantas terbaring di sebuah pengharapan
lalu melebur ke udara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar