Ini kali pertama aku duduk di lorong kesepian
Angin berbisik pada kuping yang terhalang jilbab
: dia yang esa
Ini kali pertama aku menulis sembari tersenyum
Angin merasuk lewat pori yang merenggang
: dia yang utuh
Lorong ini tak seutuhnya kering,
Lantas menjelma hatiku yang mulai basah kembali
Dia hanyalah suatu utuh dan esa
Esa yang utuh
Utuh seperti dia yang esa
Lorong ini memang bukan milikku
Hanya saja,
Ku tinggal hatiku dalam basahnya lorong ini.
Hingga nanti aku kembali
Lalu menulis dengan ke-esaan yang lain
Partere , November 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar